Tuhan, sudah 120 kali aku minta pada-Mu agar Tuhan mengganti guru sekolah
mingguku.
Jangan kirim padaku seorang guru sekolah minggu yang tidak siap.
Jangan kirim padaku seorang guru sekolah minggu yang sering terlambat.
Jangan kirim padaku seorang guru sekolah minggu yang ketus dan galak.
Jangan kirim padaku seorang guru sekolah minggu yang tidak sayang padaku.
Tapi kirimkan padaku seorang guru yang baik seperti Engkau;
tidak usah indah suaranya, namun ramah senyumnya
tidak usah cantik parasnya, namun menarik pribadinya
tidak usah tegap badannya, namun lembut hatinya
tidak usah bagus bajunya, namun rendah hatinya
tidak usah baik ceritanya, namun Kristus hidupnya.
Agar ketika aku sedih, aku dapat menangis dipelukannya
ketika aku gembira, aku dapat tertawa bersamanya
ketika papa dan mama berselisih, aku dapat berdoa dengannya.
Tuhan, aku ingin guru sekolah minggu yang baik seperti-Mu.
Friday, November 10, 2006
Doa Seorang Anak Sekolah Minggu
Monday, November 06, 2006
Case closed
Hari Jumat kemarin cukup mendebarkan, ada pertemuan antara Majelis Jemaat dan pengurus inti Komisi Anak untuk membahas surat yang dikirimkan oleh Ketua Komisi Anak. Sempat terjadi perdebatan dan perselisihan, untung aja ga sampai gebrak meja atau mengeluarkan kata-kata kotor, tapi perang mulut itu berlangsung cukup lama, sekitar 10-20 menitan. Hmmm....yang penting sekarang, kasus ini sudah ditutup, dan semoga kasus yang seperti itu tidak terulang kembali ke masa yang akan datang atau di komisi lain. Buat pak Ketua KAA, semoga bisa lebih sabar dan jangan cepat emosi :)
Friday, October 13, 2006
Syair lagu rohani
Seringkali saya merasa terganggu oleh syair lagu rohani yang "kurang pas". Sekilas syairnya bagus, melodinya indah, tapi tanpa disadari syairnya malah menyesatkan. Misalnya pada lagu berikut ini :
Sungguh alangkah baiknya
Sungguh alangkah indahnya
Bila saudara semua hidup rukun bersama
Seperti minyak di kepala harun
Yang ke janggut dan jubahnya turun
Seperti embun di bukit hermon
mengalir ke bukit sion
Kalau tidak salah, lagu ini sempat populer sekitar tahun 1998-an. Saya pertama kali mendengar lagu ini albumnya Symphony Music. Saya akui, melodinya menarik untuk dinyanyikan, tapi bagaimana dengan syairnya?
Yang ke janggut dan jubahnya turun.....
Sepertinya Mazmur 133 tidak menulisnya demikian. Di kitab Mazmur 133, tertulis:
Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut,
yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
Maksud hati si pengarang lagu mungkin ingin mengambil bagian dari Mazmur 133 ini tapi jadinya malah kesan porno :) karena di syairnya ditulis "....jubahnya turun....".
Ada beberapa lagu lain yang syairnya malah bernada kurang ajar, misalnya lagu berikut ini:
Kini saatnya berdiri di altarNya
Sbab Allah Maha Kudus hadir di sini
Mari memuji angkat tangan menyembah
Kalo lagu yang begini dinyanyikan di gereja Katolik, mereka pasti akan protes keras. Masa simbol Altar sangat dihormati oleh gereja Katolik malah dijadikan tempat berdiri?
Sebenarnya masih ada lagi lagu-lagu rohani lain yang syairnya agak aneh. Mungkin pada postingan saya yg lainnya nanti saya coba bahas lagi.
Sungguh alangkah baiknya
Sungguh alangkah indahnya
Bila saudara semua hidup rukun bersama
Seperti minyak di kepala harun
Yang ke janggut dan jubahnya turun
Seperti embun di bukit hermon
mengalir ke bukit sion
Kalau tidak salah, lagu ini sempat populer sekitar tahun 1998-an. Saya pertama kali mendengar lagu ini albumnya Symphony Music. Saya akui, melodinya menarik untuk dinyanyikan, tapi bagaimana dengan syairnya?
Yang ke janggut dan jubahnya turun.....
Sepertinya Mazmur 133 tidak menulisnya demikian. Di kitab Mazmur 133, tertulis:
Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut,
yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
Maksud hati si pengarang lagu mungkin ingin mengambil bagian dari Mazmur 133 ini tapi jadinya malah kesan porno :) karena di syairnya ditulis "....jubahnya turun....".
Ada beberapa lagu lain yang syairnya malah bernada kurang ajar, misalnya lagu berikut ini:
Kini saatnya berdiri di altarNya
Sbab Allah Maha Kudus hadir di sini
Mari memuji angkat tangan menyembah
Kalo lagu yang begini dinyanyikan di gereja Katolik, mereka pasti akan protes keras. Masa simbol Altar sangat dihormati oleh gereja Katolik malah dijadikan tempat berdiri?
Sebenarnya masih ada lagi lagu-lagu rohani lain yang syairnya agak aneh. Mungkin pada postingan saya yg lainnya nanti saya coba bahas lagi.
Monday, October 09, 2006
Percayalah kepada Allah
Kotbah di kebaktian minggu kemarin sangat menarik untuk saya. Kotbahnya berdasarkan Markus 11:12-14, yaitu tentang Yesus Mengutuk Pohon Ara.
11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.
11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya.
Ketika saya membaca perikop di atas, saya bertanya-tanya, apa maksud Yesus dengan mengutuk pohon ara tersebut? Mengapa Ia melakukannya? Bukankah yang diajarkan oleh Yesus dalam Perjanjian Baru adalah tentang kasih? Menurut nalar saya, seharusnya Yesus membuat pohon ara itu berbuah, supaya buahnya dapat Ia dan orang lain makan.
Namun mengapa pada perikop tersebut, tidak nampak ada kasih di sana?
Rupanya kisah pohon ara ini berlanjut ke ayat 20 :
11:20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.
11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering."
11:22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah!
Lagi-lagi saya tidak mengerti apa maksud perkataan Yesus. Saya membayangkan bahwa saya ada di posisi Petrus yang berkata kepada Yesus, bahwa pohon ara itu telah kering karena Ia telah mengutuknya, tetapi mengapa Yesus mengatakan bahwa saya harus percaya kepada Allah ?
Malah pada ayat selanjutnya saya seperti dibuat tambah bingung oleh Yesus :
11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
Perkataan Yesus itu masih tidak menjawab pertanyaan mula-mula saya, mengapa Ia mengutuk pohon ara? Pohon ara itu memang tidak berbuah karena memang bukan musimnya untuk berbuah, tetapi Yesus tetap mengutuknya sehingga pohon itu tidak berbuah sampai selamanya.
Namun rupanya, jawaban mengapa Yesus mengutuk pohon ara itu ada pada ayat ke-22, yaitu saat Yesus berkata, “Percayalah kepada Allah”. Jawaban yang membingungkan tetapi itulah sebenarnya jawabannya. Allah yang telah menjadikan alam semesta ini beserta isinya, Ia yang membuat siang dan malam, Ia yang membuat tumbuhan dan hewan, bahkan manusia. Semua di dunia ini adalah ciptaannya dan ada di bawah kekuasaanNya. Tidak terkecuali pohon ara yang dikutuk Yesus itu, pohon itu pun adalah ciptaan Allah. Allah berkuasa atas pohon tersebut. Dan karena pohon itu adalah ciptaan Allah, kepunyaan Allah, maka Allah berhak untuk berbuat apapun terhadap pohon itu. Memang tidak disebutkan dalam Alsayab, apakah Yesus akhirnya membuat pohon ara itu kembali seperti sediakala, tapi itu bisa saja terjadi. Allah berkuasa atas ciptaannya. Dan manusia, ciptaannya, hanya dituntut untuk percaya kepada Allah.
Seringkali dalam kehidupan, saya tidak mengetahui, apa maksud Allah dalam hidup saya. Mengapa saya mengalami sakit-penyakit, mengalami kesedihan, mengalami kemalangan, mengalami keterpisahan dengan orang-orang yang saya cintai. Namun dibalik itu semua, saya harus tetap percaya kepada Allah. Jika Ia mengijinkan kemalangan terjadi dalam hidup saya, Allah pasti akan menyediakan kemujuran suatu hari kelak. Tiba-tiba saya jadi teringat perkataan Yesus dalam injil Matius pasal 7 :
7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk manusia, walaupun saya tidak mengerti apa maksud Allah atas apa yang terjadi pada diri saya. Namun saya sering membatasi pemikiran Allah dengan pemikiran saya, saya sering menuntut penjelasan dari Tuhan atas kejadian-kejadian yang saya alami dan menganggap semuanya itu adalah harus masuk akal bagi saya. Saya harus belajar untuk menerima pemikiran Allah yang tak terbatas itu. Walaupun pada akhirnya saya tetap tidak mengerti apa maksud Allah atas semua yang terjadi, tetapi saya harus tetap percaya kepadaNya karena Allah mengasihi saya.
…Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. (Pengkhotbah 3:11b)
11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.
11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya.
Ketika saya membaca perikop di atas, saya bertanya-tanya, apa maksud Yesus dengan mengutuk pohon ara tersebut? Mengapa Ia melakukannya? Bukankah yang diajarkan oleh Yesus dalam Perjanjian Baru adalah tentang kasih? Menurut nalar saya, seharusnya Yesus membuat pohon ara itu berbuah, supaya buahnya dapat Ia dan orang lain makan.
Namun mengapa pada perikop tersebut, tidak nampak ada kasih di sana?
Rupanya kisah pohon ara ini berlanjut ke ayat 20 :
11:20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.
11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering."
11:22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah!
Lagi-lagi saya tidak mengerti apa maksud perkataan Yesus. Saya membayangkan bahwa saya ada di posisi Petrus yang berkata kepada Yesus, bahwa pohon ara itu telah kering karena Ia telah mengutuknya, tetapi mengapa Yesus mengatakan bahwa saya harus percaya kepada Allah ?
Malah pada ayat selanjutnya saya seperti dibuat tambah bingung oleh Yesus :
11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
Perkataan Yesus itu masih tidak menjawab pertanyaan mula-mula saya, mengapa Ia mengutuk pohon ara? Pohon ara itu memang tidak berbuah karena memang bukan musimnya untuk berbuah, tetapi Yesus tetap mengutuknya sehingga pohon itu tidak berbuah sampai selamanya.
Namun rupanya, jawaban mengapa Yesus mengutuk pohon ara itu ada pada ayat ke-22, yaitu saat Yesus berkata, “Percayalah kepada Allah”. Jawaban yang membingungkan tetapi itulah sebenarnya jawabannya. Allah yang telah menjadikan alam semesta ini beserta isinya, Ia yang membuat siang dan malam, Ia yang membuat tumbuhan dan hewan, bahkan manusia. Semua di dunia ini adalah ciptaannya dan ada di bawah kekuasaanNya. Tidak terkecuali pohon ara yang dikutuk Yesus itu, pohon itu pun adalah ciptaan Allah. Allah berkuasa atas pohon tersebut. Dan karena pohon itu adalah ciptaan Allah, kepunyaan Allah, maka Allah berhak untuk berbuat apapun terhadap pohon itu. Memang tidak disebutkan dalam Alsayab, apakah Yesus akhirnya membuat pohon ara itu kembali seperti sediakala, tapi itu bisa saja terjadi. Allah berkuasa atas ciptaannya. Dan manusia, ciptaannya, hanya dituntut untuk percaya kepada Allah.
Seringkali dalam kehidupan, saya tidak mengetahui, apa maksud Allah dalam hidup saya. Mengapa saya mengalami sakit-penyakit, mengalami kesedihan, mengalami kemalangan, mengalami keterpisahan dengan orang-orang yang saya cintai. Namun dibalik itu semua, saya harus tetap percaya kepada Allah. Jika Ia mengijinkan kemalangan terjadi dalam hidup saya, Allah pasti akan menyediakan kemujuran suatu hari kelak. Tiba-tiba saya jadi teringat perkataan Yesus dalam injil Matius pasal 7 :
7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk manusia, walaupun saya tidak mengerti apa maksud Allah atas apa yang terjadi pada diri saya. Namun saya sering membatasi pemikiran Allah dengan pemikiran saya, saya sering menuntut penjelasan dari Tuhan atas kejadian-kejadian yang saya alami dan menganggap semuanya itu adalah harus masuk akal bagi saya. Saya harus belajar untuk menerima pemikiran Allah yang tak terbatas itu. Walaupun pada akhirnya saya tetap tidak mengerti apa maksud Allah atas semua yang terjadi, tetapi saya harus tetap percaya kepadaNya karena Allah mengasihi saya.
…Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. (Pengkhotbah 3:11b)
Banyak hal tak ku fahami
Dalam masa menjelang
Tapi t’rang bagiku ini:
Tangan Tuhan yang pegang
(Tuhan Yang Pegang – NKB 49)
Dalam masa menjelang
Tapi t’rang bagiku ini:
Tangan Tuhan yang pegang
(Tuhan Yang Pegang – NKB 49)
Thursday, October 05, 2006
Dear Lord
Dear Lord,
Terima kasih ya Tuhan untuk bahuMu yang kokoh yang sudah menampung semua kesedihanku. Hari ini aku sudah merasa baik sekali. Dan ingin mulai hariku dengan harapan baru. Tentu saja dengan pimpinanMu. Manis sekali Engkau pagi-pagi sudah membawakan sarapan Firman yang teduh..sehingga aku merasa mempunyai tenaga yang cukup untuk bergelut melawan semua kesedihan, kedukaan dan kemalasan.
Urapan Roh KudusMu membuatku bersemangat menyongsong hari ini dan tidak akan aku mengecewakan Engkau deh. Aku mau mulai kerja berkati pekerjaanku, rekan kerja atasanku..pimpin mereka ya biar mereka tidak mengenal Engkau tapi aku tahu kau tidak pilih kasih...perlihatkan KuasaMu pada mereka bahwa hanya dengan campur tanganMu tidak ada yang berat untuk dilalui.
Ah lupa berkati juga kedua orangtuaku semua teman-temanku untuk memulai hari ini. Untuk mereka yang tidak berdoa dalam namaMu, yang lupa berdoa demi namaMu aku mewakili doaku juga adalah doa mereka. Mungkin mereka sibuk dan lupa atau memang tidak mempunyai kebiasaan untuk memulai segala sesuatu dalam namaMu..biarkan aku berdoa untuk mereka. karena aku ingin mereka juga mendapat kemurahan kasihMu seperti yang Engkau berikan padaku.
Hehehee,,,banyak dosa dan kesalahaan yang sudah aku perbuat dan perlakuan yang tidak menyenangkan hatiMu..mau minta ampun Tuhan..lain kali perbuat lagi tidak ya?Pasti Tuhan akan menegurku dan mengingatkan aku untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama kan? pasti deh Kau dan aku kan teman baik...lagipula aku kan malu kalau berbuat dosa terus dan minta ampun terus. Ingatkan juga teman-teman yang menyimpan marah dan dendam kepadaku...supaya aku juga boleh dimaafkan oleh mereka...
Thanks ya Lord untuk semuanya..aku mau berangkat kerja dulu dan temani aku dalam perjalanan ya supaya aku tidak ngebut....bukan ding..supaya aku boleh selamat sampai tujuan.
Ups! Semua ucapan syukur, doa aku alaskan dalam nama Jesus Kristus...AMIN
I LoVe you JeSus Miz Youuuuuu
BRB
Terima kasih ya Tuhan untuk bahuMu yang kokoh yang sudah menampung semua kesedihanku. Hari ini aku sudah merasa baik sekali. Dan ingin mulai hariku dengan harapan baru. Tentu saja dengan pimpinanMu. Manis sekali Engkau pagi-pagi sudah membawakan sarapan Firman yang teduh..sehingga aku merasa mempunyai tenaga yang cukup untuk bergelut melawan semua kesedihan, kedukaan dan kemalasan.
Urapan Roh KudusMu membuatku bersemangat menyongsong hari ini dan tidak akan aku mengecewakan Engkau deh. Aku mau mulai kerja berkati pekerjaanku, rekan kerja atasanku..pimpin mereka ya biar mereka tidak mengenal Engkau tapi aku tahu kau tidak pilih kasih...perlihatkan KuasaMu pada mereka bahwa hanya dengan campur tanganMu tidak ada yang berat untuk dilalui.
Ah lupa berkati juga kedua orangtuaku semua teman-temanku untuk memulai hari ini. Untuk mereka yang tidak berdoa dalam namaMu, yang lupa berdoa demi namaMu aku mewakili doaku juga adalah doa mereka. Mungkin mereka sibuk dan lupa atau memang tidak mempunyai kebiasaan untuk memulai segala sesuatu dalam namaMu..biarkan aku berdoa untuk mereka. karena aku ingin mereka juga mendapat kemurahan kasihMu seperti yang Engkau berikan padaku.
Hehehee,,,banyak dosa dan kesalahaan yang sudah aku perbuat dan perlakuan yang tidak menyenangkan hatiMu..mau minta ampun Tuhan..lain kali perbuat lagi tidak ya?Pasti Tuhan akan menegurku dan mengingatkan aku untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama kan? pasti deh Kau dan aku kan teman baik...lagipula aku kan malu kalau berbuat dosa terus dan minta ampun terus. Ingatkan juga teman-teman yang menyimpan marah dan dendam kepadaku...supaya aku juga boleh dimaafkan oleh mereka...
Thanks ya Lord untuk semuanya..aku mau berangkat kerja dulu dan temani aku dalam perjalanan ya supaya aku tidak ngebut....bukan ding..supaya aku boleh selamat sampai tujuan.
Ups! Semua ucapan syukur, doa aku alaskan dalam nama Jesus Kristus...AMIN
I LoVe you JeSus Miz Youuuuuu
BRB
Tuesday, October 03, 2006
Publikasi Temu Wicara 29 Oktober 2006
Ini adalah publikasi untuk acara Temu Wicara tanggal 29 Oktober 2006 nanti, kalau ada sesuatu yang kurang segera informasikan ke saya.Versi Multimedia nya mungkin baru bisa saya buat dalam minggu ini, dan baru bisa dipublikasikan tanggal 15 Oktober 2006 yang akan datang, tentunya di kebaktian umum I sampai III.
Monday, October 02, 2006
Temu Wicara Orang Tua, Guru Sekolah Minggu, dan Anak Sekolah Minggu
Perkembangan media visual pada saat ini sangat pesat, dimulai dari media televisi, komputer, internet, sampai video game tidak terlepas dari dunia anak-anak. Mereka bahkan sangat menggemari media visual tersebut dan pada akhirnya membawa kontribusi yang positif dan negatif pada anak. Di satu sisi, media visual dapat menjadi sarana anak untuk belajar lebih baik, seperti dengan adanya media pembelajaran visual di sekolah-sekolah, misalnya untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, dan sebagainya. Namun di sisi lain media visual dapat membawa dampak buruk bagi anak, misalnya anak menjadi malas belajar karena terlalu sering bermain video game atau internet. Dalam dampak yang lebih jauh, media visual ini juga dapat membuat anak-anak menjadi kecanduan untuk terus menggunakannya apabila orang tua tidak dapat mengendalikannya.Apa yang sebaiknya dilakukan orang tua? Bagaimana menjaga kuantitas dan kualitas media visual yang dilihat anak? Sampai di mana batas-batas yang dapat diterapkan untuk menjaga media visual yang tepat untuk anak?
Hari Minggu, tanggal 29 Oktober 2006 yang akan datang, Komisi Anak GKI Kepa Duri akan mengadakan Temu Wicara antara Orang Tua, Guru Sekolah Minggu, dan Anak Sekolah Minggu.
Tema
Pengaruh Media Visual Terhadap Perkembangan Iman Anak.
Tempat
Ruang Kebaktian Umum GKI Kepa Duri
Waktu
Pukul 10.00 WIB sampai selesai
Pembicara
Pdt. Untung Ongkowidjaja
Moderator
Theodora Subyantoro
Acara ini terbuka untuk umum, baik jemaat maupun simpatisan yang peduli dengan perkembangan iman anak dalam kaitannya dengan media visual dalam kehidupan sehari-hari.
Subscribe to:
Posts (Atom)